31 January 2017

Kenapa Jam di Malaysia Lebih Cepat 1 Jam Dengan WIB?

Kenapa Jam di Malaysia Lebih Cepat 1 Jam? Itulah pertanyaan yang dilontarkan teman-teman kantor saya pada saat melihat tayangan uji coba MotoGP dari Sepang, Malaysia. Akhirnya sayapun berpikiran sangat menarik untuk diulas di blog ini. Berikut penjelasannya.

Mungkin kita berpikiran bahwa posisi Kuala Lumpur memang sejajar dengan pulau Sumatera yang notabene nya masih dalam zona waktu WIB (Waktu Indonesia Barat). Sama saja dengan negara-negara lainnya yang sejajar (seperti Thailand dan Vietnam). Tapi kenapa zona waktu Malaysia berbeda sendiri?

Ternyata setelah ditelusuri lebih dalam dari browsing ke setiap website yang ada, alasan kenapa jam di Malaysia (khususnya wilayah Kuala lumpur) lebih cepat 1 jam di banding WIB adalah karena disesuaikan / diseragamkan dengan wilayah Malaysia yang berada di Sabah dan Sarawak per tanggal 1 Januari 1982.

Jika kita melihat sebuah peta dunia, wilayah Malaysia ada dua wilayah berbeda (Semenanjung Malaysia dan Malaysia Timur). Semenanjung Malaysia itu posisinya di atas pulau Sumatera (dekat Singapura) sedangkan Malaysia Timur posisinya di atas pulau Kalimantan (dekat Brunei Darussalam).



Pada tanggal 1 Januari 1982 tersebut pemerintah Malaysia membuat "Waktu Standar Malaysia". Jadi waktu antara Semenanjung Malaysia dan Malaysia Timur adalah sama. Jadi berbeda dengan di Indonesia yang ada 3 zona waktu, WIB, WITA dan WIT. Jadi waktu di Malaysia itu adalah sama dengan WITA (1 jam lebih cepat dibanding WIB).

Berikut sejarah perubahan waktu yang saya sadur dari Wikipedia.

Di Semenanjung Malaysia:

  • Sebelum 1880, sesuai waktu min lokal Jakarta, 6j 46m 48s lebih cepat dari GMT. Setelah itu, 6j 55m 24s (menurut waktu Singapura).
  • Setelah 31 Mei 1905, dipiawaikan oleh British ke 7:00 GMT (Waktu Malaya).
  • Setelah 31 Desember 1932, dipercepat 20 menit untuk memperpanjang waktu siang.
  • Mulai 1 September 1941, dipercepat lagi 10 menit menjadi 7:30 GMT.
  • Mulai 16 Februari 1942, dipercepat dua jam sesuai waktu Tokyo, karena pendudukan Jepang di Tanah Melayu.
  • Mulai 13 September 1945, dikoordinasikan kembali sama seperti 1941.
  • Mulai 1 Januari 1982, dipercepat 30 menit untuk diseragamkan dengan waktu Sabah dan Sarawak dan kemudian disebut 'Waktu Standar Malaysia'.


Di Malaysia Timur:

  • Sampai Maret 1926, Sarawak menurut waktu min lokal Jakarta, 7j 21m 20s lebih cepat dari GMT. Borneo Utara pula menurut waktu min lokal Jesselton. Setelah itu dikoordinasikan menjadi 7:30 GMT (Waktu Borneo).
  • Pada awal 1933, dipercepat 30 menit menjadi 8:00 GMT.
  • Waktu musim panas diperkenalkan antara 14 September dan 14 Desember, waktu ketika ini dipercepat 20 menit.
  • Mulai 1942, sesuai waktu standar Tokyo 9:00 GMT akibat pendudukan Jepang.
  • Mulai September 1945, dikoordinasikan kembali sama seperti 1933, tetapi tanpa waktu musim panas.
  • Pada 1 Mei 1982, waktu 8:00 GMT ini disebut 'Waktu Standar Malaysia'.

0 Komentar

Post a Comment